DI JODOHKAN: Bab 4 — Fakta yang Mengubah Segalanya

Malam itu, rumah Reva tampak lebih rapi dari biasanya.

Lampu-lampu dinyalakan terang, meja makan dihias dengan cantik, dan Mama Reva terlihat sibuk sejak sore.

Reva yang baru keluar dari kamar langsung merasa ada yang tidak biasa.

“Mau ada apa sih, Mah?” tanyanya curiga.

Mama hanya tersenyum.
“Nanti juga kamu tahu. Cepat ganti baju yang rapi ya.”

Reva menghela napas pelan.

Perasaannya mulai tidak enak.

“Ini pasti ada hubungannya sama perjodohan itu…” batinnya.


---

Di tempat lain…

Roy juga mengalami hal yang sama.

“Roy, malam ini kamu ikut Papa dan Mama. Kita mau ketemu seseorang,” kata Papanya tegas.

Roy yang sedang memainkan ponselnya langsung menatap.

“Ketemu siapa lagi, Pah?”

“Kamu ikut saja. Pakai baju yang rapi.”

Nada suara itu tidak memberi ruang untuk menolak.

Roy mengepalkan rahangnya.

“Pasti ini soal perjodohan…”

Ia berdiri dengan malas, namun dalam hatinya ia sudah bersiap—

Jika ini tentang perjodohan, dia akan menolak langsung di depan semua orang.


---

Beberapa waktu kemudian…

Dua keluarga itu akhirnya bertemu di sebuah rumah yang hangat dan penuh senyum formal.

Reva duduk di samping Mamanya, mencoba tersenyum walau hatinya tidak nyaman.

Roy duduk di seberang, dengan ekspresi datar dan sedikit bosan.

Awalnya, mereka tidak terlalu memperhatikan satu sama lain.

Sampai akhirnya—

“Reva, sini Nak,” panggil Papanya lembut.

Reva berdiri pelan, lalu berjalan ke tengah ruangan.

Di saat yang bersamaan—

“Roy, ke sini,” kata Papanya.

Roy pun berdiri.

Dan saat mereka berdua saling berhadapan…

Waktu seperti berhenti.

Mata Reva membesar.

“Loh…?!”

Roy juga terkejut.

“Lo?!”

Mereka saling menunjuk hampir bersamaan.

“Ih, ini kan yang tadi siang!” kata Reva tidak percaya.

“Serius?!” balas Roy.

Suasana langsung berubah canggung.

Orang tua mereka saling berpandangan, sedikit bingung.

“Kalian… sudah saling kenal?” tanya Mama Reva.

Roy dan Reva langsung menjawab bersamaan—

“NGGAK!”

Lalu mereka saling melirik kesal.


---

Papa Roy tersenyum kecil, mencoba mencairkan suasana.

“Kalau begitu, bagus. Berarti tidak terlalu asing.”

Reva menatap Papanya dengan ekspresi tidak percaya.
“Pah… jangan bilang…”

Papa mengangguk pelan.

“Iya, Nak. Inilah laki-laki yang Papa maksud.”

Kalimat itu seperti bom.

Reva langsung membeku.

“APA?!”

Di sisi lain, Roy juga tidak kalah kaget.

“Jadi… ini cewek yang mau dijodohin sama gue?!”

Keduanya langsung menatap satu sama lain.

Campuran antara kaget, kesal, dan tidak terima.

Reva berbisik pelan, tapi cukup terdengar,
“Kenapa harus dia sih…”

Roy membalas dengan nada yang sama,
“Gue juga nanya hal yang sama.”


---

Suasana kembali hening.

Orang tua mereka mulai berbicara tentang masa depan, hubungan keluarga, dan rencana-rencana lain.

Namun Roy dan Reva tidak benar-benar mendengarkan.

Pikiran mereka penuh.

“Ini nggak mungkin…” batin Reva.

“Gue nggak bakal nerima ini…” batin Roy.


---

Beberapa saat kemudian, mereka berdua berdiri di luar rumah, menjauh dari keramaian.

Hening.

Canggung.

Sampai akhirnya—

“Kita harus ngomong,” kata Reva duluan.

Roy menyilangkan tangan.
“Gue juga mau bilang hal yang sama.”

Reva menatapnya serius.
“Gue nggak mau dijodohin.”

Roy langsung menjawab,
“Bagus. Soalnya gue juga nggak mau.”

Mereka saling diam sejenak.

Untuk pertama kalinya… mereka sepakat.


---

Reva menghela napas.
“Berarti kita punya tujuan yang sama.”

Roy mengangguk pelan.
“Gagalin ini.”

Reva sedikit tersenyum.
“Kerja sama?”

Roy menatapnya sebentar, lalu mengangguk.

“Kerja sama.”

Namun di balik kesepakatan itu…

Tak satu pun dari mereka sadar—

Bahwa kerja sama ini justru akan membawa mereka lebih dekat.

Lebih dekat dari yang seharusnya.


---

Bersambung ke Bab 5 — Kesepakatan Tanpa Perasaan 💫

Posting Komentar untuk "DI JODOHKAN: Bab 4 — Fakta yang Mengubah Segalanya"