DI JODOHKAN: Penutup (5 Tahun Kemudian...)


5 tahun kemudian…

Langit sore itu cerah setelah hujan.

Udara terasa segar, seolah membawa sesuatu yang baru.


Reva duduk di sebuah taman.

Tempat yang dulu pernah ia hindari.

Tempat yang penuh kenangan.


Namun hari ini…

Ia kembali.

Bukan untuk mengingat.

Tapi untuk berdamai.


Langkah kaki terdengar mendekat.

Tenang.

Mantap.


Reva tidak langsung menoleh.

Namun entah kenapa…

Hatinya bergetar.


“Masih suka duduk di sini?”


Suara itu.


Reva langsung menoleh.

Dan dunia seperti berhenti sekali lagi.


Roy.


Namun bukan Roy yang dulu.

Yang sekarang berdiri di depannya—

Lebih dewasa.
Lebih tenang.
Dan… berbeda.


Reva tersenyum kecil.

“Kamu juga masih ingat tempat ini…”


Roy mengangguk.

“Beberapa tempat… nggak bisa dilupain.”


Hening.

Namun kali ini… tidak canggung.


Mereka duduk berdampingan.

Dengan jarak yang cukup.

Tapi tidak terasa jauh.


“Gimana kamu sekarang?” tanya Roy.


Reva tersenyum.

“Baik. Papa… juga sudah jauh lebih sehat.”


Roy mengangguk pelan.

Ada kelegaan di wajahnya.


“Kamu?” tanya Reva balik.


Roy tersenyum kecil.

“Gue… lagi bangun sesuatu.”


“Kerjaan?”

“Iya. Sekarang gue tahu… dulu gue belum siap.”


Reva menatapnya.

Dan untuk pertama kalinya—

Ia melihat keseriusan yang dulu belum ada.


“Sekarang?” tanya Reva pelan.


Roy tidak langsung menjawab.

Ia menatap ke depan.

Lalu kembali ke arah Reva.


“Sekarang… gue datang bukan buat masa lalu.”


Reva terdiam.


“Tapi buat sesuatu yang dulu belum sempat gue perjuangkan.”


Jantung Reva berdetak lebih cepat.


“Reva…”

Suara Roy lebih dalam.

Lebih yakin.


“Kalau sekarang… gue minta kesempatan lagi—”

Ia berhenti sejenak.


“Bukan sebagai orang yang dijodohkan.”


Reva menatapnya.

Matanya mulai berkaca-kaca.


“Tapi sebagai seseorang… yang siap milih kamu.”


Hening.


Air mata jatuh dari mata Reva.

Namun kali ini…

Bukan karena kehilangan.


“Aku… takut,” bisiknya.


Roy mengangguk.

“Gue juga.”


“Tapi kali ini…” lanjut Roy,
“kita nggak lari.”


Reva menatapnya lama.

Seolah memastikan—

Bahwa ini nyata.


Lalu perlahan…

Ia tersenyum.


“Kenapa harus sekarang?” tanyanya pelan.


Roy tersenyum.


“Karena… akhirnya gue sampai di titik
di mana gue nggak cuma sayang…”


Ia menatap Reva dalam.


“Tapi juga siap.”


Hening.


Dan untuk pertama kalinya—

Tidak ada ragu.


Reva mengangguk pelan.


“Kali ini…” katanya,
“kita mulai dari awal ya.”


Roy tersenyum.


“Dari awal… tapi dengan hati yang lebih kuat.”


Angin sore berhembus.

Langit perlahan berubah jingga.


Dan di tempat yang sama—

Di mana mereka pernah berpisah…

Kini mereka memilih—

Untuk kembali.


Bukan karena takdir.

Bukan karena paksaan.


Tapi karena mereka sudah siap.


TAMAT

Posting Komentar untuk "DI JODOHKAN: Penutup (5 Tahun Kemudian...) "