DI JODOHKAN: Bab 3 — Pertemuan yang Tidak Menyenangkan

Siang itu, matahari bersinar cukup terik. Jalanan kota ramai seperti biasa. Orang-orang berlalu-lalang dengan kesibukan masing-masing.

Reva berjalan cepat di trotoar, sambil sesekali melihat layar ponselnya.

Ia sedang menjalankan rencananya.

Rencana untuk mencari “pacar pura-pura”.

“Ya Tuhan… masa aku harus nawarin orang jadi pacar bohongan sih?” gumamnya pelan.

Ia menghela napas panjang. Rasa percaya dirinya sedikit goyah.

Namun ia kembali mengingat satu hal—perjodohan.

“Nggak, aku harus berani.”

Tanpa sengaja, langkahnya terlalu cepat.

BRAKK!

“Eh!”

Reva menabrak seseorang.

Ponselnya hampir jatuh, begitu juga dengan orang yang ditabraknya.

“Maaf, maaf! Aku nggak sengaja—”

Kalimatnya terhenti.

Di depannya berdiri seorang pria yang juga terlihat kesal.

“Kalau jalan itu lihat depan, bukan HP,” katanya dingin.

Reva langsung mengernyit.

“Ya maaf, kan aku udah bilang nggak sengaja.”

“Kalau tiap orang bilang ‘nggak sengaja’, jalanan ini udah chaos dari tadi,” balas pria itu.

Reva langsung kesal.

“Ih, orang aku udah minta maaf juga!”

Pria itu menatapnya sekilas, lalu menghela napas pendek.
“Ya udah.”

Satu kata. Dingin. Tanpa rasa.

Ia lalu berjalan melewati Reva begitu saja.

Reva terdiam sejenak, lalu menoleh ke belakang.

“Ih, jutek banget sih!” gumamnya kesal.

Tanpa sadar, pria itu juga menoleh sebentar ke arah Reva.

“Cewek aneh,” pikirnya dalam hati.


---

Beberapa menit sebelumnya…

Roy baru saja turun dari motornya setelah bertemu temannya.

Pikirannya masih penuh dengan masalah di rumah.

“Dijodohin…” gumamnya pelan.

Ia berjalan tanpa fokus, tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Sampai akhirnya—

BRAKK!

Seseorang menabraknya.

Refleks, Roy langsung menahan tubuhnya.

“Kalau jalan lihat depan, bukan HP,” ucapnya spontan.

Ia sebenarnya tidak benar-benar marah… hanya sedang kesal dengan keadaan.

Namun respon dari gadis itu justru membuatnya makin tidak mood.

“Ih, orang aku udah minta maaf juga!”

Roy hanya menghela napas.

“Ya udah,” jawabnya singkat.

Ia tidak ingin memperpanjang masalah.

Baginya, hari itu sudah cukup buruk.


---

Di sisi lain…

Reva masih berdiri di tempatnya, menatap arah pria itu pergi.

“Nyolot banget…” katanya pelan.

Namun entah kenapa…

Wajah pria itu sedikit teringat di kepalanya.

“Ah, bodo amat.”

Ia menggeleng cepat, lalu kembali berjalan.

Ia masih punya misi.

Mencari seseorang untuk dijadikan “pacar pura-pura”.


---

Sementara itu, Roy berjalan semakin jauh.

Ia tidak tahu kenapa, tapi kejadian tadi sedikit mengganggu pikirannya.

“Cewek itu…” gumamnya.

Ia berhenti sejenak, lalu menghela napas.

“Kenapa gue malah kepikiran sih…”

Ia lalu melanjutkan langkahnya.


---

Mereka berdua tidak tahu…

Bahwa pertemuan singkat yang penuh kesalahpahaman itu—

Bukanlah yang terakhir.

Dan yang lebih mengejutkan lagi…

Orang yang barusan mereka anggap menyebalkan—

Adalah orang yang akan mengubah hidup mereka.


---

Bersambung ke Bab 4 — Fakta yang Mengubah Segalanya 😱

Posting Komentar untuk "DI JODOHKAN: Bab 3 — Pertemuan yang Tidak Menyenangkan"