DI JODOHKAN: Bab 6 — Batas yang Mulai Kabur
Hari-hari berikutnya berubah lebih cepat dari yang Roy dan Reva bayangkan.
Apa yang awalnya hanya “rencana”…
Perlahan menjadi kebiasaan.
---
Pagi itu, Reva berdiri di depan cermin. Ia merapikan rambutnya, lalu menarik napas panjang.
“Ini cuma akting…” gumamnya.
Namun entah kenapa, jantungnya berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya.
Tak lama kemudian, terdengar suara klakson dari luar rumah.
TIN!
Reva melirik ke jendela.
Roy.
Dengan motornya, seperti biasa.
Reva menghela napas pelan.
“Profesional, Reva… ini cuma kerja sama.”
Ia mengambil tasnya lalu keluar.
---
Di depan rumah…
Roy sudah menunggu sambil memainkan ponselnya.
Ia menoleh saat mendengar langkah kaki.
“Lama,” katanya singkat.
Reva langsung mengernyit.
“Baru juga keluar.”
Roy mengangkat bahu.
“Yuk.”
Reva menaiki motor tanpa banyak bicara.
Namun sebelum Roy menjalankan motornya—
“Tunggu,” kata Reva.
Roy menoleh.
“Apa lagi?”
Reva sedikit mendekat, lalu berbisik,
“Kalau di depan orang… kita harus kelihatan lebih dekat.”
Roy menatapnya sebentar.
Lalu tanpa banyak bicara, ia langsung menarik tangan Reva dan meletakkannya di pinggangnya.
Refleks, Reva sedikit kaget.
“Biar natural,” kata Roy santai.
Wajah Reva sedikit memerah.
“Ini cuma akting…” bisiknya dalam hati.
---
Di sekolah…
Mata teman-teman langsung tertuju pada mereka.
“Eh, itu Reva sama siapa?”
“Pacarnya ya?”
“Seriusan?”
Reva mencoba tersenyum santai.
Roy berjalan di sampingnya, sesekali mendekat… seperti pasangan sungguhan.
Akting mereka… terlalu meyakinkan.
---
Saat jam istirahat…
Mereka duduk di kantin bersama.
Awalnya hening.
Seperti biasa.
Sampai akhirnya—
“Lo suka makan apa?” tanya Roy tiba-tiba.
Reva menatapnya.
“Kok nanya?”
Roy mengangkat bahu.
“Biar nggak kelihatan aneh aja.”
Reva berpikir sejenak.
“Yang pedes.”
Roy mengangguk.
“Oke.”
Beberapa menit kemudian, Roy kembali dengan dua porsi makanan.
Salah satunya—pedas.
Reva sedikit terkejut.
“Kok…?”
“Katanya lo suka pedes,” jawab Roy singkat.
Reva terdiam.
Hal kecil.
Tapi entah kenapa… terasa berbeda.
---
Hari demi hari berlalu.
Mereka semakin sering bersama.
Berangkat bareng
Pulang bareng
Ngobrol ringan
Kadang… tertawa tanpa sadar
Batas yang dulu jelas—
Mulai kabur.
---
Suatu sore…
Mereka duduk di taman, menunggu waktu pulang.
Angin berhembus pelan.
Untuk pertama kalinya, suasana terasa… nyaman.
Tanpa paksaan.
---
“Ternyata lo nggak sejutek itu,” kata Reva tiba-tiba.
Roy menoleh.
“Lo juga nggak se-resek yang gue kira.”
Reva langsung menatap tajam.
“Enak aja!”
Roy tertawa kecil.
Dan untuk pertama kalinya—
Reva ikut tertawa.
Tanpa dibuat-buat.
---
Beberapa detik berlalu.
Hening… tapi tidak canggung.
---
Namun tiba-tiba, Roy berkata pelan—
“Jangan lupa… ini cuma akting.”
Reva langsung terdiam.
“Iya…” jawabnya pelan.
“Tentu saja.”
---
Tapi di dalam hati mereka…
Ada sesuatu yang mulai berubah.
Sesuatu yang tidak ada dalam rencana.
Dan sesuatu yang… mulai sulit dikendalikan.
---
Bersambung ke Bab 7 — Rasa yang Tak Diakui ❤️
Posting Komentar untuk "DI JODOHKAN: Bab 6 — Batas yang Mulai Kabur"
Posting Komentar